Laman

Tampilkan postingan dengan label Sejarah IASB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah IASB. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Mei 2010

International Financial Reporting Standard (2)

Baca tulisan sebelumnya:
International Financial Reporting Standard (1)

Menetapkan Peran dan Tujuan Baru

Pembentukan IASC tahun 1973 dimaksudkan untuk mempromosikan harmonisasi standar dan prosedur akuntansi ke seluruh dunia. IAS dikeluarkan oleh IASC untuk memenuhi tujuan itu. IASC tidak memiliki kewenangan untuk mewajibkan masing-masing negara atau entitas untuk mematuhi standar.

Pada tahap awal berdirinya IASC tidak memiliki satu set standar akuntansi. Sebagian besar negara-negara maju telah menetapkan sendiri standar akuntansi mereka. Hanya beberapa negara saja yang tidak memiliki standar, yang kemudian mengadopsi IAS selama periode tersebut.

Selanjutnya diterbitkan tambahan dan revisi dari IAS yang kemudian semakin banyak negara mulai berpartisipasi dalam kegiatan IASC. IASC berstatus sebagai otoritas internasional yang tumbuh pesat. Status itu lebih ditingkatkan setelah perkembangan yang signifikan sebagai berikut:
  • 2002: Komisi Eropa melalui Peraturan Eropa 1606 pada tanggal 19 Juli 2002 mewajibkan entitas yang terdaftar di Uni Eropa untuk mengadopsi IFRS mulai tahun 2005.
  • 2002: IASB dan dewan standar akuntansi di Amerika Serikat yakni Financial Accounting Standard Board (FASB), mengumumkan keinginannya untuk mencapai kesesuaian dalam standar pelaporan keuangan dan mengkoordinasikan program kerja masa depan.
  • 2003: Australia, Hong Kong dan Selandia Baru berkomitmen untuk mengadopsi IFRS.
  • 2005: Hampir 7.000 perusahaan yang terdaftar di 25 negara menerapkan IFRS.
  • 2006: IASB dan FASB menyepakati peta jalan untuk konvergensi antara IFRS dan General Accepted Accounting Principle (GAAP) di Amerika Serikat.
  • 2007: Brasil, Cananda, Chile, India, Jepang, dan Korea menetapkan agenda untuk mengadopsi IFRS.
  • 2007: Securities and Exchange Commission (SEC) di Amerika Serikat menghapus ketentuan rekonsiliasi untuk perusahaan non-US yang menerapkan IFRS, dan berkonsultasi pada IFRS untuk perusahaan domestik.

Setelah IASC disatukan ke IASB dan IASC Foundation tahun 2000 serta perubahan kondisi lebih lanjut di tahun 2002 sampai 2007. Tujuan IASC Foundation disempurnakan sebagai berikut:
  1. Untuk mengembangkn satu set standar berkualitas tinggi yang dapat dipahami dan berlaku secara global demi kepentingan umum. Pelaporan keuangan yang berkualitas terutama untuk membantu pelaku pasar modal dunia dan pengguna lain dalam membuat keputusan ekonomi;
  2. Untuk mempromosikan penggunaan dan penerapan standar yang ketat;
  3. Dalam memenuhi tujuannya yang berhubungan dengan point (1) dan (2) di atas, IASC bertujuan untuk memperhitungkan sebagaimana mestinya kebutuhan khusus entitas kecil dan menengah, serta entitas ekonomi baru; dan
  4. Untuk mewujudkan konvergensi atas standar akuntansi nasional ke IAS dan IFRS yang lebih diarahkan pada solusi berkualitas tinggi.

Struktur Aktual
IASB ditunjuk dan diawasi oleh kelompok wali (yaitu IASC Foundation) yang memiliki latar belakang wilayah dan beragam profesi yang bertanggung jawab untuk kepentingan publik. Hal ini juga didukung oleh dewan penasehat eksternal (yaitu Standards Advisory Council atau SAC) dan komite interpretasi (the International Financial Reporting Interpretation Committee atau IFRIC) yang bertugas memberikan bimbingan jika terdapat perbedaan dalam praktek.

IASC Foundation adalah organisasi independen yang terdiri dari dua badan utama: para wali dan IASB. Pemerintahan IASC Foundation sisa 22 wali. Tanggung jawab wali termasuk menunjuk, para anggota dewan IASB dan menetapkan hubungannya dengan penasehat dan dewan, serta penanggung jawab organisasi.

(klik pada gambar untuk memperjelas)

IASB memiliki tanggung jawab dalam penyusunan standar akuntansi, dengan 12 anggota yang bekerja secara penuh dan dua anggota paruh waktu yang berasal dari berbagai negara dengan latar belakang fungsional beragam. Anggota tersebut tidak didominasi oleh konstituen tertentu atau kepentingan regional tertentu, dan kualifikasi utama mereka untuk keanggotaan IASB adalah keahlian teknis.

Struktur IASC Foundation memiliki dua badan. Standar Advisory Council (SAC) menyediakan forum dan jalan bagi organisasi-organisasi atau individu yang berkepentingan dengan pelaporan keuangan internasional untuk berpartisipasi. Para peserta memiliki latar belakang geografis dan fungsional yang beragam. Tujuan SAC adalah untuk memberikan nasehat kepada IASB mengenai prioritas proyek penyusunan standar.

Badan lainnya dalam struktur IASC Foundation di International Fianancial Reporting Interpretation Committee (IFRIC), yang merupakan badan interpretatif IASB dengan anggota sebanyak 14 suara tidak termasuk ketua, semua ditunjuk oleh wali. IFRIC menggantikan Standing Interpretations Committee (SIC) pada tahun 2002. Peran IFRIC adalah untuk mempersiapkan interpretasi IFRS untuk disetujui oleh IASB dan untuk memberikan panduan yang terkini mengenai masalah laporan keuangan.

International Financial Reporting Standard (1)

Pertanyaan pertama yang muncul dibenak kita adalah mengapa standar internasional ini menggunakan kata “financial reporting” bukan kata “accounting”. Mari kita buka kamus dan ensiklopedia, seebuah kamus online Merriam-Webster Online Dictionary mendefenisikan akuntansi adalah “the system of recording and summarizing business and financial transactions and analyzing, verifying, and reporting the results”. Dan yang lainnya sebuah ensiklopedia Encyclopaedia Britanica Online mendefenisikan akuntansi adalah “systematic development and analysis of information about the economic affairs of an organization”. Namun baik Merriam-Webster Online Dictionary maupun Encyclopaedia Britanica Online tidak menyebutkan definisi “financial reporting”.

Dewasa ini
“accounting” dan “financial reporting” dianggap sebuah sinonim, setidaknya International Accounting Standard Board (IASB) menganggap International Financial Reporting Standard (IFRS) dan International Accounting Standard (IAS) adalah sama. Penyebutan IFRS hanya menunjukkan bahwa standar tersebut dikeluarkan oleh IASB sedangkan IAS dikeluarkan oleh IASC.

Sejarah
Setiap negara memilki prinsip-prinsip dan prosedur akuntansi yang berbeda untuk mengatur penyusunan laporan keuangan dalam negaranya. Faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut begitu kompleks dan saling terkait dengan berbagai bidang antara lain politik, ekonomi, sosial, budaya, sejarah, hukum, dan lainnya. Setiap negara tentunya memiliki kondisi yang berbeda dari sederet faktor tersebut.

Namun secara teoritis pengembangan sebuah standar akuntansi internasional adalah memungkinkan. Setidaknya ada lima teori akuntansi yang dikembangkan oleh para ilmuan akuntansi antara lain; (1) teori universal, (2) teori multinasional, (3) teori komparatif, (4) teori transaksi-transaksi internasional, dan (5) teori translasi.

Dengan tujuan menyelesaikan dan mendamaikan perbedaan akuntansi disetiap negara, serta merintis adanya standar akuntansi yang kelak berlaku universal, IAS diterbitkan sejak tahun 1974. Penerbitan tersebut satu tahun setelah pembentukan
International Accounting Standard Committee (IASC).

IFRS saat ini diterbitkan dan dikelola oleh IASB, sebuah dewan standar independen yang berbasis di London. IASB didahului oleh IASC, yang didirikan pada tahun 1973 sebagai hasil dari penyertaan dan keterlibatan badan-badan akuntansi dari berbagai negara antara lain; Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, Britania Raya dan Irlandia, dan Amerika Serikat. Badan-badan ini merupakan dewan IASC pada saat itu, mereka merupakan bagian dari
International Federation of Accountans (IFAC) sebagai organisasi induk IASC.

Pada tahun 1999, setelah melakukan proses review selama dua tahun, dewan IASC menyetujui rencana restrukturisasi. Menurut ketentuan restrukturisasi, dewan IASC akan menjadi sebuah entitas yang terpisah dari induknya dan akan menjadi entitas non profit yang diatur oleh para wali. IASC akan melakukan pendanaan terhadap IASB, yang pada gilirannya akan bertanggung jawab untuk teknis agenda pengembangan dan persetujuan IFRS baru.

Pada bulan Maret 2001, IASC Foundation secara resmi didirikan di negara bagian Delaware di Amerika Serikat. Yang bertindak sebagai entitas induk IASB. Sejak 1 April 2001, IASB diasumsikan bertanggung jawab kepada IASC dalam menjalankan tugasnya melakukan penyusunan standar akuntansi.

Sesuai dengan konstitusi IASC Foundation, dilakukan review secara berkelanjutan yang selesai pada bulan Juni 2005 dan terjadi beberapa perubahan konstitusi yang mengatur pengaturan operasional IASC Foundation.

Baca tulisan selanjutnya:
International Financial Reporting Standard (2)